Rerey16's Blog

Posted on: Maret 15, 2010

Bagikan

Posted on: Maret 15, 2010

if (WIDGETBOX) WIDGETBOX.renderWidget(’34d640f2-1dd5-456f-b808-8dfc7f7f50b8′);Get the Free blog Gadgets widget and many other great free widgets at Widgetbox! Not seeing a widget? (More info)

Posted on: Maret 15, 2010

Sistem peredaran darah pada manusia terdiri dari :

1. darah

2. pembuluh darah

3. jantung (sebagai pusat peredaran darah)

1. Darah
merupakan jaringan terspesialisasi yang mencakup caian kekuningan di sebut plasma darah. Dan didalam plasma darah terkandung sel-sel darah.

Fungsi darah :

1.Mengangkut oksigen ke jaringan di seluruh tubuh
2.Mengangkut sari-sari makanan (nutrien) ke seluruh tubuh
3.Mengangkut sisa-sisa metabolisme
4.Mengedarkan hormon (hasil sekresi) dari kelenjar hormon ke tempat yang membutuhkan

KOMPOSISI DARAH

A. PLASMA DARAH
Plasma darah/cairan darah terdiri atas :
a. 90 % air
b. 8 % protein yang terdiri dari albumin, hormon, globulin, protrombin dan fibrinogen.
c. 0,9 % mineral (NaCl, natrium bikarbonat, garam kalsium, fosfor, magnesium dan besi)
d. 0,1 % berupa sejumlah bahan organik

Protein yang larut di dalam plasma darah disebut protein darah. Protein darah tersebut memiliki fungsi yang berbeda-beda yaitu:
– Hormon : untuk kerja fisiologi alat tubuh
– Fibrinogen : untuk proses pembekuan darah
– Albumin : untuk menjaga tekanan osmotik darah
– Globulin : untuk membentuk zat kebal

B. SEL-SEL DARAH

SEL DARAH MERAH (ERITROSIT)
– Tidak memiliki inti sehingga tidak memiliki DNA
– Berbentuk pipih dan bikonkaf yaitu cekung dibagian tengahnya
– Warna eritrosit tergantung pada hemoglobin
– Hemoglobin atau zat warna darah adalah suatu senyawa protein (protein globin yg terikat pada pigmen heme merah) yang mengandung unsur besi

Hemoglobin berfungsi untuk mengangkut oksigen dari paru-paru dan mengedarkannya ke seluruh tubuh.
– Secara sederhana dapat dikatakan bahwa di paru-paru terjadi reaksi antara oksigen dan Hb menjadi oksihemoglobin.
2Hb2 + 4O2 4HbO2
– Jika Hb mengikat O2 maka eritrosit akan berwarna merah, dan jika O2 telah dilepaskan maka warnanya menjadi merah kebiruan.

– oksihemoglobin akan beredar ke seluruh sel-sel tubuh. Setelah sampai di sel-sel tubuh, terjadi reaksi pelepasan oksigen oleh Hb yaitu sebagai berikut :
4HbO2 2Hb2 + 4O2

– Kadar Hb dalam darah bervariasi tergantung pada jenis kelamin dan umur seseorang. Pada kondisi normal :
Lelaki dewasa : 13-18 g/ml darah
Wanita dewasa : 12-16 g/ml darah
bayi : 14-20 g/ml darah

– Jumlah eritrosit juga bervariasi tergantung jenis kelamin, usia dan ketinggian tempat tinggal seseorang. Pada keadaan normal :
laki-laki : 5,1-5,8 juta/ml kubik darah
wanita : 4,3-5,2 juta/ml kubik darah
– Orang yang hidup di dataran tinggi cenderung memiliki jumlah eritrosit lebih banyak.
– Dalam waktu 1 menit, 5 liter darah yang dipompa jantung dapat melepaskan kurang lebih 250 ml oksigen yang terikat pada Hb dalam eritrosit.
PEMBENTUKAN ERITROSIT (ERITROPOIESIS)
– Sel darah merah dibentuk oleh sumsum merah tulang, namun pada saat masih dikandungan eritrosit dibentuk di hati dan limpa.
– Sesudah bayi lahir eritrosit mulai dibentuk oleh sumsum tulang
– Produksi eritrosit distimulasi oleh hormon eritropoietin
– Sel yang dapat membentuk eritrosit adalah hemositoblas yang bersifat pluripoten.

– Dalam keadaan normal eritrosit bertahan selama 120 hari. Saat sel menua dan tidak efektif lagi, membran sel akan rapuh dan pecah
– Oleh hati dan limfa sel darah merah tersebut dirombak.
– Di dalam hati, Hb diubah menjadi zat warna empedu (bilirubin) yang berwarna kehijau-hijauan
– Zat warna empedu berguna untuk mengemulsi lemak. Zat ini dikeluarkan ke saluran empedu yang bermuara ke usus

– Zat besi yang terdapat di Hb tidak ikut dikeluarkan, melainkan digunakan lagi untuk membuat eritrosit yang baru
– Penyumbatan saluran empedu dapat terjadi karena infeksi atau karena kerusakan sel-sel hati yang menyebabkan empedu beredar bersama aliran darah. Inilah yang menyebabkan seseorang menderita penyakit kuning.

2. SEL DARAH PUTIH (LEUKOSIT)
– dalam setiap milimeter kubik darah terdapat 8000 sel darah putih.
– Sel darah putih tidak berwarna, bentuknya tidak tetap
– Ukuran lebih besar daripada sel darah merah, namun jumlahnya lebih sedikit
– Leukosit berfungsi untuk membantu pertahanan tubuh terhadap infeksi yang masuk
– Leukosit merupakan sel fagosit

– Terdapat 5 jenis leukosit yaitu : neutrofil, eosinofil, basofil, monosit dan limfosit
– Neutrofil, eosinofil dan basofil memiliki granula-granula sehingga disebut granulosit
– Sedangkan limfosit dan monosit tidak bergranula sehingga disebut agranulosit
a. Neutrofil
– Terdapat sekitar 62 % dari jumlah sel darah putih seluruhnya
– Memiliki nukleus yang berlobus 3
– Berfungsi untuk memfagosit bakteri
– Berumur sekitar 6-20 jam

3. KEPING-KEPING DARAH (TROMBOSIT)

-Keping-keping darah berfungsi untuk menggumpalkan darah
-Trombosit berbentuk cakram dan tidak berinti serta berukuran kecil
-Masa hidupnya sekitar8-10 hari
-Jumlah keping darah sekitar 150-400 ribu/milimeter kubik darah

hay para bloger….
blog q baru aja jadi ni….semoga nanti bisa berjalan lancar…

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

obj=new Object;obj.clockfile="0015-blue.swf";obj.TimeZone="GMT-0700";obj.width=150;obj.height=150;obj.wmode="transparent";showClock(obj);

Twitter Terbaru

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

KONSEP RAHASIA MESIN UANG PEMULA JUGA BISA KAYA DARI INTERNET

Arsip

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 1 pengikut lainnya

if (WIDGETBOX) WIDGETBOX.renderWidget('59c7f29e-55b3-421d-907d-870409f3fb47');Get the Free blog Gadgets widget and many other great free widgets at Widgetbox! Not seeing a widget? (More info)

obj=new Object;obj.clockfile="0051-blue.swf";obj.TimeZone="PST";obj.width=150;obj.height=150;obj.wmode="transparent";showClock(obj);